SOETJIPTO NAGARIA | FOUNDER SUMMARECON AGUNG GROUP

0
11

Visioner Yang Memulai Dari Mimpi

Soetjipto Nagaria tidak terlahir dari keluarga konglomerat, ia mendirikan PT Summarecon Agung Tbk. bermodalkan semangat, kerja keras dan mimpi untuk mengubah kawasan Kelapa Gading menjadi kawasan bernilai, yang mampu menyaingi Blok M di Jakarta Selatan yang telah terlebih dahulu berkembang saat itu.
“Seorang developer pasti memiliki mimpi. Mimpi itu merupakan dorongan motivasi,” Demikian diungkapkan Soetjipto.
Perjalanan panjangnya dimulai pada ketertarikan pada bisnis properti, walaupun ia merupakan alumni ITB di bidang kimia. Melihat peluang yang sangat besar, ia bersama beberapa rekan kemudian bertekad untuk merambah dunia properti dengan mendirikan Summarecon. Hamparan tanah kosong di Kelapa Gading, Jakarta utara adalah lokasi yang dipilih Soetjipto, walaupun saat itu hampir tidak ada pengusaha properti yang melirik area tersebut. Pada saat ia memulai usahanya, belum dikenal adanya konsep kawasan terpadu, tapi ia memiliki keyakinan Kelapa Gading bisa dikembangkan menjadi sebuah kota yang didalamnya terdapat komplek hunian, kawasan bisnis dan hiburan yang maju dan modern.
Keyakinan ini diwujudkan dengan membangun berbagai infrastruktur yang terbilang fantastis pada masanya. Setelah mulai membangun area pemukiman pada tahun 1976, Soetjipto kemudian membangun Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading dan deretan ruko di setiap sisi jalan sepanjang lebih dari 1 kilometer pada tahun 1982-1983. Selanjutnya Summarecon membangun fasilitas pendidikan, pasar, hingga sentra mal dan hiburan. Melihat kesuksesan Summarecon, pembangunan dengan model ini kemudian menjadi sebuah tren pengembangan kawasan bagi perusahaan properti lainnya.

Bagi Soetjipto, membangun kawasan kota juga berarti membangun kehidupan. Artinya tidak hanya membangun fisik kota, tapi juga menghidupkan aktivitas ekonomi di dalamnya. Untuk meningkatkan daya tarik Kelapa Gading, Soetjipto melakukan pendekatan pada pedagang kuliner di Pecenongan untuk membuka usahanya di Kelapa Gading. Hasilnya tampak beberapa tahun ke depan, Kelapa Gading mendapatkan julukan “Kota Sejuta Makanan”. Dari bisnis kuliner, kemudian tumbuh beragam aktivitas bisnis lainnya, sehingga Kelapa Gading menjadi salah satu kawasan bisnis yang paling dinamis di Jakarta.
Kini Summarecon telah memiliki 6 wilayah pengembangan, yaitu Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang dan Bali. Kesuksesan Summarecon dalam mengembangkan 6 wilayah ini juga tidak terlepas dari komitmen yang dipegang kukuh kepada setiap konsumennya. Pengerjaan produk yang tepat waktu dan kualitas sesuai dengan yang telah dijanjikan.
“Komitmen pada konsumen sangat penting. Kalau kami janji akan selesai, kami tepati janji itu. Kalau konsumen ada masalah, kami berusaha membantu. Kepercayaan konsumen pada Summarecon, itu yang terpenting. Ini kami bangun selama bertahun-tahun,” ungkap Soetjipto Nagaria yang membawanya memeroleh Lifetime Achievement Award dalam BTN Golden Property Awards 2017.
Budaya perusahaan ini diturunkan oleh Soetjipto kepada seluruh karyawan, management dan deretan pimpinan perusahaan dengan bantuan Liliawati Rahardjo, Direktur Summarecon yang juga telah mendampingi Soetjipto 21 tahun di bisnis properti. Liliawati menggebrak, dengan memberikan tantangan bagi seluruh karyawan untuk melakukan inovasi, perubahan dan tidak terjebak dalam paradigma beku.
Kini pengembangan Summarecon telah ditangani oleh generasi kedua, yaitu Soegianto Nagaria dan Herman Nagaria. Keduanya memberikan warna baru bagi Summarecon tanpa mengubah nilai-nilai dan budaya yang telah diwariskan oleh sang ayah juga founder Summarecon, Soetjipto Nagaria.●